Tags

, ,

LINUX, Siapa yang tidak mengenal Sistem Operasi Open Source yang satu ini? buat yang belum kenal nih ana kenalkan Linux “Linux ini teman saya…., teman ini Linux” hehe…🙂. Yah buat temen temen yang mau berkenalan secara menyeluruh dengan OS yang namanya linux alangkah baik dan bijaksananya kalo anda cari sendiri di internet, kalo bingung tanya ma bang Google saja dijamin anda akan dilayani dengan sebaik-baiknya hehe.. (dah kayak pelayan restoran aja ne bang Google).

Langsung saja bro, disini ana akan coba untuk menjelaskan secara singkat bagaimana rencana atau strategi untuk mempartisi Linux anda yang ana dapatkan dari TestOout Navigator. Jadi sebelum menginstal Linux, Anda ana sarankan supayya berhati-hati dalam membuat rencana/strategi partisi Anda. Jika Anda tidak berhati-hati, Anda mungkin menyelesaikan instalasi dengan partisi tunggal yang menampung semua file sistem dan user. Agar supaya partisi yang anda buat lebih efisien maka alangkah baiknya anda untuk membuat beberapa partisi berdasarkan jenis file yang digunakan dan berdasarkan kebutuhan pengguna untuk akses data. Selain itu anda juga harus mempertimbangkan opsi mount untuk masing-masing volume/disk

Berikut ini ada beberapa hal yang bisa diikuti sebagai petunjuk  untuk membuat skema partisi yang efisien:
  • Untuk sistem multi-boot, alangkah baiknya membuat sebuah partisi boot. Biasanya, file ini akan digunakan untuk boot sistem. Bila menggunakan LILO, Anda harus menempatkan partisi ini di 1024 blok pertama pada disk. Disarankan agar partisi boot menjadi partisi primary.
  • Jaga agar partisi root sekecil mungkin. Sertakan hanya direktori yang diperlukan saat boot yakni:
    • / (Root direktori)
    • / Bin
    • / Boot (jika tidak termasuk sebagai partisi sendiri)
    • / Dev
    • / Etc
    • / Initrd
    • / Lib
    • / Proc
    • / Root
    • / Sbin
    • / Sys
  • Penempatan partisi root direktori harus berada pada partisi primer dan harus diformat dengan filesystem Linux.
  • Linux dapat menggunakan file swap atau partisi swap untuk swap area. Bila mungkin, buatlah partisi swap yang terpisah. Ukuran yang direkomendasikan untuk partisi swap adalah dua kali jumlah RAM, sampai maksimum 2 GB pada komputer PC. Untuk meningkatkan performa, Anda bahkan dapat menaruh beberapa daerah swap di beberapa disk.
  • Pertimbangkan untuk membuat partisi terpisah untuk direktori berikut. Set opsi mount berdasarkan jenis file dalam direktori.
    • / Tmp mount noexec, nosuid
    • / Var mount noexec, nosuid
    • / Usr mount ro
    • / Home mount nosuid
  • Buat partisi tambahan untuk sistem operasi lain. Jika komputer anda telah memiliki sebuah sistem operasi (seperti Windows) yang memakan sebagian besar ruang drive yang tersedia, gunakan utilitas FIPS untuk membagi partisi dan membuat ruang untuk partisi baru, (FIPS hanya mengubah ukuran partisi ada dengan memisahkannya). Gunakan utilitas pihak ketiga untuk mengubah ukuran partisi. Jangan gunakan fdisk, Karena ini akan menghancurkan data yang ada.
  • Pilih filesystem yang tepat untuk setiap partisi untuk mendukung sistem operasi atau menyediakan fitur yang diperlukan.